Perumahan yang Manusiawi: Menyelaraskan Visi PBB dengan Ajaran Rasulullah SAW
Oleh.
Yayasan pendidikan Indonesia
Special consultative status in ECOSOC
United Nations since 2013
Pendahuluan.
Di era urbanisasi yang pesat, penyediaan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan menjadi tantangan global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities, menargetkan: “By 2030, ensure access for all to adequate, safe and affordable housing and basic services and upgrade slums.”
Sayangnya, kemajuan masih tertinggal. Menurut laporan UN-Habitat dan data SDG terkini (2024-2026), sekitar 1,16 miliar orang (hampir 1 dari 4 penduduk urban) tinggal di slum atau permukiman tidak layak, dan lebih dari 3 miliar orang menghadapi tantangan perumahan, termasuk ketidakterjangkauan dan kurangnya akses layanan dasar. Tanpa akselerasi, angka ini diproyeksikan melebihi 1,2 miliar pada 2030.
Visi PBB ini bukan hanya tentang fisik bangunan, melainkan hak atas perumahan yang layak — yang mencakup keamanan tenure, keterjangkauan, habitabilitas, aksesibilitas, lokasi yang tepat, serta kesesuaian budaya.
Ajaran Rasulullah SAW tentang Perumahan dan Komunitas
Lebih dari 14 abad lalu, Rasulullah Muhammad saw telah meletakkan fondasi pengembangan perumahan dan wilayah yang sangat humanis dan berkelanjutan. Beliau menekankan rumah yang luas sebagai bagian dari kebahagiaan seorang Muslim. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda:
مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ: الْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ
“Bagian dari kebahagiaan seorang Muslim adalah rumah yang luas, {fengsui} tetangga {lingkungan} yang saleh, dan kendaraan {transportasi} yang nyaman.” (HR. Ahmad, dinilai sahih oleh al-Albani).
Beliau juga mengingatkan pentingnya harmoni sosial dalam pengembangan wilayah. Hak tetangga begitu tinggi hingga Malaikat Jibril AS terus mewasiatkan kepada Beliau:
مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku tentang tetangga, sampai-sampai aku mengira dia akan mewariskannya.” (HR. Bukhari-Muslim).
Dalam hadits yang panjang, Rasulullah ﷺ menjelaskan hak-hak tetangga secara rinci:
إِنِ اسْتَقْرَضَكَ أَقْرَضْتَهُ، وَإِنِ اسْتَعَانَكَ أَعَنْتَهُ، وَإِنِ احْتَاجَ أَعْطَيْتَهُ، وَإِنْ مَرِضَ عُدْتَهُ، وَإِنْ مَاتَ تَبِعْتَ جِنَازَتَهُ… وَلَا تَسْتَطِلْ عَلَيْهِ بِالْبِنَاءِ لِتُشْرِفَ عَلَيْهِ وَتَسُدَّ عَلَيْهِ الرِّيحَ إِلَّا بِإِذْنِهِ…
“Jika tetanggamu meminjam, berikanlah pinjaman. Jika meminta bantuan, tolonglah. Jika sakit, jenguklah… Janganlah engkau membangun rumahmu terlalu tinggi hingga menghalangi angin untuknya kecuali dengan izinnya…” (HR. At-Thabarani, hasan).
Pengembangan Madinah oleh Rasulullah saw menjadi teladan utama: membangun masjid sebagai pusat komunitas, mendistribusikan lahan secara adil, mendorong integrasi sosial, serta menciptakan lingkungan yang mendukung ibadah, bisnis, dan kehidupan keluarga. Perumahan bukan sekadar tempat berteduh, melainkan sarana membangun masyarakat yang saleh, produktif, dan saling peduli.
Summarecon: Perwujudan Nilai Arsitektur dan Humanis di Indonesia
Di Indonesia, Summarecon hadir sebagai pengembang profesional yang menggabungkan nilai arsitektur berkualitas dengan pendekatan manusiawi, selaras dengan semangat SDG 11 dan ajaran Rasulullah saw. Melalui proyek-proyeknya, khususnya Summarecon Serpong di Tangerang, mereka menciptakan integrated township yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga ekosistem kehidupan lengkap.
Dengan ruang terbuka hijau yang luas, danau alami, taman, fasilitas pendidikan, komersial, kesehatan, dan area usaha, Summarecon mendukung penghuni untuk tinggal, bekerja, dan berkembang dalam satu kawasan yang berkelanjutan. Desain yang memperhatikan sirkulasi udara, cahaya alami, privasi, dan harmoni komunitas mencerminkan prinsip “rumah luas” dan hak tetangga yang diajarkan Rasulullah saw.Keamanan 24/7, smart home system, serta komitmen lingkungan semakin mendekatkan pada konsep kota inklusif dan resilien yang diamanatkan PBB.
Saya dan keluarga saat ini bertempat tinggal di Summarecon Serpong. Kami merasakan langsung bagaimana perencanaan yang matang menciptakan lingkungan yang nyaman, mendukung produktivitas usaha penghuni, sekaligus memperkuat ikatan komunitas — persis seperti semangat Madinah yang dibangun Rasulullah saw.
Summarecon dan Potensi Perolehan World Habitat Awards: Pengembangan Perumahan Bernuansa Manusiawi yang Layak Mendapat Pengakuan Global.
Di tengah krisis perumahan global yang melanda lebih dari 3 miliar orang, inisiatif pengembang yang mampu menggabungkan kualitas arsitektur, keberlanjutan, dan nilai kemanusiaan menjadi sangat langka dan berharga. World Habitat Awards, salah satu penghargaan paling bergengsi di bidang perumahan dan pembangunan perkotaan, hadir sebagai panggung untuk mengapresiasi solusi inovatif semacam itu. Summarecon, khususnya melalui pengembangan Summarecon Serpong, menunjukkan kualifikasi kuat untuk dinominasikan dan bahkan memenangkan penghargaan ini.
Apa Itu World Habitat Awards?.
World Habitat Awards adalah program penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh World Habitat (sebuah organisasi independen yang berfokus pada perumahan berkelanjutan) dalam kemitraan resmi dengan UN-Habitat (badan PBB untuk pemukiman manusia). Penghargaan ini diluncurkan untuk menemukan, menyoroti, dan menyebarkan solusi inovatif, berpusat pada manusia (people-centred), serta berkelanjutan dalam mengatasi kebutuhan perumahan mendesak di seluruh dunia.
Tujuan utama:
• Mendorong inovasi dalam penyediaan perumahan yang terjangkau, inklusif, dan ramah lingkungan.
• Menangani isu seperti kemiskinan perkotaan, penggusuran, ketahanan iklim, pelestarian warisan budaya, dan pemberdayaan komunitas.
• Mendukung pencapaian SDG 11 PBB (Sustainable Cities and Communities), khususnya target akses perumahan yang memadai, aman, dan terjangkau bagi semua.
Setiap tahun, penghargaan ini memberikan Gold, Silver, dan Bronze Winners, serta penghargaan tambahan. Pemenang dipilih berdasarkan dampak nyata, skalabilitas, inovasi, inklusivitas, dan keberlanjutan jangka panjang. Pada 2026, misalnya, pemenang Gold mencakup inisiatif transformasi kebijakan tunawisma di Ceko dan regenerasi warisan perumahan di Palestina yang berhasil menyediakan rumah bagi ribuan orang.
Penghargaan ini bukan hanya trofi, melainkan platform global untuk berbagi pengetahuan, sehingga pemenang sering mendapatkan eksposur internasional, dukungan kebijakan, dan peluang kolaborasi.
Mengapa Summarecon Layak Dinominasikan?.
Summarecon telah membuktikan diri sebagai pengembang profesional di Indonesia yang konsisten menerapkan pendekatan manusiawi dalam setiap proyeknya. Berikut adalah kualifikasi utama yang sangat selaras dengan kriteria World Habitat Awards:
1. Konsep Integrated Township yang Humanis
Summarecon Serpong (dan kawasan lainnya) bukan sekadar perumahan, melainkan kota terpadu seluas ratusan hektar yang mengintegrasikan hunian, pusat bisnis, pendidikan, kesehatan, ruang komersial, dan rekreasi dalam satu ekosistem. Penghuni dapat tinggal, bekerja, belajar, dan berusaha tanpa harus menempuh jarak jauh — mendukung gaya hidup seimbang dan mengurangi emisi karbon.
2. Fokus pada Kualitas Hidup dan Ruang Terbuka
Kawasan ini kaya akan danau alami, taman luas, pedestrian, jogging track, dan green space. Desain arsitektur memperhatikan cahaya alami, sirkulasi udara, high ceiling, dan privasi keluarga — mencerminkan konsep “rumah yang luas” yang menjadi bagian kebahagiaan dalam ajaran Rasulullah saw. Pendekatan biophilic design ini meningkatkan kesehatan mental dan fisik penghuni.
3. Keberlanjutan Lingkungan dan Smart Technology
Banyak proyek Summarecon menerapkan smart home system, solar panel, pengelolaan air hujan, waste recycling, dan low-E glass. Ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan UN-Habitat dan mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan skala besar.
4. Inklusivitas dan Dukungan Komunitas
Fasilitas publik yang lengkap (mall, sekolah, rumah sakit, area usaha) menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi penghuni. Sistem keamanan one-gate, komunitas yang harmonis, serta desain ramah keluarga dan penyandang disabilitas menunjukkan komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan hak atas perumahan yang layak.
5. Skalabilitas dan Dampak Jangka Panjang
Dengan pengalaman puluhan tahun dan keberhasilan mengembangkan township di berbagai kota (Serpong, Bekasi, Bandung, dll.), model Summarecon dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia dan negara berkembang. Ini sangat relevan dengan semangat World Habitat Awards yang mencari solusi skalabel untuk krisis perumahan global.
Dari perspektif Islam, pendekatan Summarecon selaras dengan ajaran Rasulullah saw tentang hak tetangga, pembangunan yang tidak merugikan sesama, dan penciptaan lingkungan yang mendukung kehidupan produktif serta ibadah. Saya dan keluarga yang tinggal di Summarecon Serpong merasakan langsung bagaimana perumahan ini bukan hanya tempat berteduh, melainkan rumah yang membangun peradaban kecil yang harmonis.
Saatnya Mengusulkan Nominasi.
Dengan rekam jejak yang kuat dalam pengembangan perumahan bernuansa manusiawi, Summarecon sangat layak diusulkan untuk World Habitat Awards. Nominasi ini akan menjadi pengakuan global bahwa Indonesia memiliki model sukses dalam menciptakan kota baru yang inklusif dan berkelanjutan — sekaligus menginspirasi pengembang lain untuk mengadopsi pendekatan serupa.
World Habitat Awards mencari solusi yang “meninggalkan no one behind”. Summarecon telah melakukannya melalui perpaduan arsitektur berkelas, teknologi modern, ruang hijau, dan komunitas yang hangat.
Mari dorong lebih banyak pihak — pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil — untuk mendukung nominasi Summarecon. Karena ketika perumahan dibangun dengan hati dan visi kemanusiaan, ia bukan hanya mendatangkan keuntungan, melainkan juga rahmat bagi penghuni dan lingkungan sekitar
Summarecon dan Kontribusi Indonesia dalam Pembangunan Kembali Gaza:
Dari Diplomasi Perdamaian hingga Pengembang Handal.
Dalam konteks diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang aktif mendukung penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui solusi dua negara (two-state solution) dan partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Donald Trump, Indonesia tidak hanya menawarkan pasukan perdamaian (hingga 8.000 personel dalam International Stabilization Force), tetapi juga potensi kontribusi rekonstruksi pasca-konflik.
Pembangunan kembali Gaza diperkirakan membutuhkan puluhan miliar dolar AS (estimasi awal $25–50 miliar atau lebih), dengan prioritas perumahan (ratusan ribu unit), infrastruktur, air bersih, sanitasi, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Negara-negara Teluk seperti Qatar, Saudi Arabia, dan UEA telah menjanjikan dukungan dana signifikan (masing-masing miliaran dolar melalui BoP), sementara AS berperan sebagai anchor funding. arabianbusiness.com
Peran Potensial Summarecon
Summarecon sebagai pengembang township terpadu terkemuka di Indonesia memiliki keahlian yang relevan: pengembangan kawasan hunian skala besar, integrasi ruang terbuka hijau, fasilitas komunitas, area bisnis, serta pendekatan sustainable dan humanis. Model integrated township seperti Summarecon Serpong (dengan danau, taman, mal, sekolah, dan pusat usaha) bisa menjadi inspirasi untuk “New Gaza” atau kawasan permukiman baru yang direncanakan dalam masterplan BoP (misalnya New Rafah dengan puluhan ribu unit hunian permanen).
Karakter Social-Oriented Business yang diterapkan Summarecon — di mana profit tidak ditempatkan di atas segalanya, melainkan kesejahteraan penghuni dan keberlanjutan lingkungan — sangat cocok dengan semangat rekonstruksi Gaza yang harus humanis, inklusif, dan mendukung pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Palestina. Ini selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan yang sering digaungkan Indonesia.
Presiden Prabowo telah menegaskan komitmen Indonesia tidak hanya pada stabilitas keamanan tetapi juga rekonstruksi jangka panjang. Melibatkan pengembang nasional seperti Summarecon dapat menjadi wujud konkret “Indonesia yang berkontribusi nyata” — dari pengiriman pasukan perdamaian hingga keahlian pembangunan kota yang ramah manusia.
Dukungan Regional dan Aspek Bisnis.
Negara-negara Teluk (Qatar, Saudi Arabia, UEA) kemungkinan besar mendukung keterlibatan mitra yang kredibel dan berpengalaman dalam pengembangan skala besar dengan pendekatan berkelanjutan, karena mereka menjadi donor utama dana rekonstruksi. Model Summarecon yang telah teruji di Indonesia (membangun kota mandiri dengan fasilitas lengkap) dapat melengkapi proyek-proyek yang sedang direncanakan, seperti kawasan perumahan massal dan pusat ekonomi baru.
Terkait Presiden Donald Trump, hubungan bisnisnya dengan Indonesia terutama melalui mitra seperti Hary Tanoesoedibjo (MNC Group) di proyek Lido dan Bali. Meski demikian, pendekatan pragmatis Trump dalam bisnis dan rekonstruksi Gaza (melalui Board of Peace) membuka peluang bagi mitra yang menawarkan solusi konkret, efisien, dan berorientasi hasil — termasuk pengembang dari negara sahabat seperti Indonesia.
Catatan Penting.
Sampai saat ini (Juli 2026), rekonstruksi Gaza masih dalam tahap perencanaan dan stabilisasi awal. Tidak ada kontrak besar yang diumumkan secara publik untuk pengembang spesifik dari Indonesia. Partisipasi Indonesia lebih difokuskan pada peacekeeping, bantuan kemanusiaan (seperti Kampung Cahaya Zakat oleh Baznas), dan dukungan diplomatik.
Mengusulkan keterlibatan Summarecon adalah ide strategis yang visioner. Ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor pembangunan yang kredibel di Timur Tengah, sekaligus membuka peluang ekspansi internasional bagi perusahaan nasional dengan semangat social-oriented business.
Indonesia memiliki pengalaman membangun dari nol (new towns) dan komitmen kemanusiaan yang kuat. Melalui diplomasi Prabowo dan semangat kolaborasi dengan mitra global, pengenalan kemampuan pengembang seperti Summarecon ke forum internasional dapat menjadi langkah konkret menuju Gaza yang lebih baik — bukan hanya damai, tapi juga memberikan warga layak huni dan kehidupan sejahtera.
Penutup.
Menuju Perumahan Masa Depan yang Lebih Baik: Rumah sebagai Fondasi Peradaban.
Mengintegrasikan visi PBB melalui SDG 11 dengan ajaran mulia Rasulullah ﷺ bukan sekadar menyatukan dua kerangka pemikiran, melainkan menyatukan langit dan bumi dalam satu visi kemanusiaan. Ini berarti kita tidak hanya membangun dinding dan atap untuk menampung jutaan jiwa yang kehilangan rumah, tetapi juga membentuk masyarakat yang berakhlak, produktif, harmonis, dan penuh rahmat. Perumahan yang layak bukan lagi sekadar solusi teknis terhadap krisis urban, melainkan sebuah amanat moral: menciptakan lingkungan di mana setiap keluarga bisa tumbuh, beribadah, berusaha, dan saling memuliakan — sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw melalui teladan Madinah yang inklusif dan penuh kasih sayang.
Summarecon, dengan pengembangan township terpadu yang humanis di Indonesia — khususnya Summarecon Serpong — menjadi bukti nyata bahwa arsitektur indah, teknologi modern, ruang hijau yang melimpah, dan nilai-nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Di sini, rumah bukan hanya tempat berteduh, melainkan panggung kehidupan yang mendukung produktivitas, keharmonisan keluarga, dan ikatan komunitas yang kuat. Pendekatan ini tidak hanya mendukung pencapaian SDG 11 secara konkrit, tetapi juga menghidupkan kembali makna “rumah yang luas” sebagai bagian kebahagiaan seorang Muslim, serta hak tetangga yang begitu tinggi dalam ajaran Islam.
Di tengah badai tantangan global — dari krisis perumahan yang melanda miliaran manusia hingga upaya rekonstruksi di wilayah-wilayah yang dilanda konflik seperti Gaza — inilah momentum bersejarah bagi Indonesia. Melalui diplomasi Presiden Prabowo yang visioner, Indonesia tidak hanya hadir sebagai penjaga perdamaian, tetapi juga sebagai pembangun harapan. Pengembang handal seperti Summarecon dapat membawa keahlian township terpadu yang berkelanjutan ke panggung internasional, menawarkan model social-oriented business yang mengutamakan kesejahteraan manusia tanpa meninggalkan kaidah bisnis yang sehat. Dukungan dari negara-negara sahabat seperti Qatar, Saudi Arabia, dan UEA akan semakin memperkuat kontribusi ini.
Rumah yang baik bukan milik individu semata. Ia adalah pondasi peradaban yang mulia — tempat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Ia adalah cerminan bagaimana kita menghargai amanah Allah SWT atas bumi ini.
Mari, bersama-sama — pemerintah, pengembang, akademisi, dan seluruh masyarakat — kita wujudkan kota-kota Indonesia yang inklusif, hijau, berkelanjutan, dan penuh rahmat. Kota yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman dihuni dan membawa kebaikan bagi sesama. Karena itulah hakikat perumahan yang sesungguhnya: bukan sekadar bangunan, melainkan warisan peradaban yang diridhai langit dan bermanfaat bagi zaman.
Mari membangun masa depan yang lebih baik, satu rumah, satu lingkungan, dan satu visi kemanusiaan pada satu waktu