laporan Sekjen PBB
https://hlpf.un.org/sites/default/files/2026-06/SG%20Progress%20Report%202026_1.pdf
Refleksi atas Laporan Kemajuan Sekretaris Jenderal PBB 2026: Peluang dan Tantangan bagi Pendidikan di Indonesia

Pendahuluan
Yayasan Pendidikan Indonesia menyambut baik Laporan Kemajuan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2026 mengenai Progress towards the Sustainable Development Goals. Laporan ini memberikan gambaran global yang jujur dan mendalam tentang capaian serta hambatan menuju Agenda 2030, dengan kurang dari lima tahun tersisa. Kami percaya bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk mempercepat pencapaian SDGs, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. hlpf.un.org hlpf.un.org
Gambaran Global: Kemajuan yang Tidak Merata
Menurut laporan, dari 139 target SDG dengan data tren yang tersedia, hanya 36% yang berada di jalur tepat atau menunjukkan kemajuan sedang. Hampir 49% hanya mencatat kemajuan marginal, sementara 15% mengalami kemunduran di bawah level 2015. Kemajuan ini terganggu oleh krisis bertubi-tubi, konflik, perubahan iklim, dan kesenjangan pembiayaan yang semakin lebar. hlpf.un.org
Di sisi positif, terdapat kemajuan nyata:
• Perlindungan sosial mencakup lebih dari separuh populasi dunia.
• Penurunan signifikan angka kematian akibat bencana (65%).
• Akses listrik mencapai 92% populasi global.
• Kapasitas energi terbarukan per kapita meningkat 2,2 kali lipat sejak 2015.
• Penggunaan internet naik dari 40% menjadi 74%.
• Ketersediaan data untuk pemantauan SDG meningkat drastis, dari sekitar 330.000 titik data pada 2016 menjadi lebih dari 3 juta pada Maret 2026. hlpf.un.org
Namun, tantangan tetap besar: sekitar 1 dari 10 orang masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, kelaparan dan kekurangan gizi di atas level 2015, ketimpangan yang persisten, serta dampak perubahan iklim yang semakin parah (suhu global 1,43°C di atas era pra-industri). Penurunan bantuan pembangunan resmi (ODA) dan peningkatan utang serta pengeluaran militer semakin memperburuk situasi. hlpf.un.org
Relevansi bagi Indonesia dan Peran Pendidikan
Sebagai negara kepulauan dengan populasi besar dan potensi demografi muda, Indonesia memiliki peran strategis dalam agenda global ini. Kemajuan di bidang akses air bersih, sanitasi, energi, dan konektivitas digital selaras dengan prioritas nasional kita. Namun, tantangan seperti stunting pada anak, ketimpangan pendidikan antarwilayah, dan kerentanan terhadap perubahan iklim serta konflik global menuntut respons yang lebih kuat.
Pendidikan (SDG 4) menjadi katalisator utama. Yayasan kami menekankan bahwa investasi berkualitas di pendidikan dasar hingga tinggi, termasuk pendidikan vokasi dan literasi digital, dapat mempercepat pencapaian banyak target lain:
• Mengurangi kemiskinan dan kelaparan melalui peningkatan keterampilan kerja.
• Mendorong kesetaraan gender (SDG 5) melalui akses pendidikan yang setara bagi perempuan dan anak perempuan.
• Membangun ketahanan iklim dan inovasi (SDG 9, 13) melalui kurikulum yang berorientasi pada keberlanjutan.
• Memperkuat institusi dan kemitraan (SDG 16 & 17).
Kami bangga melihat peningkatan ketersediaan data global, dan mendorong pemerintah serta lembaga pendidikan Indonesia untuk terus memperkuat sistem statistik nasional agar intervensi lebih tepat sasaran.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Pilar Implementasi SDGs di Indonesia
Yayasan Pendidikan Indonesia menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 3 (Good Health and Well-being). Program ini secara langsung menyasar permasalahan stunting dan kekurangan gizi yang masih memengaruhi jutaan anak Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan konsentrasi belajar dan capaian pendidikan.
Kami menghimbau kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan dan memperkuat program MBG. Bukan semata-mata karena ini merupakan janji politik, melainkan karena program ini telah terbukti sangat bermanfaat bagi generasi mendatang. Keberlanjutan MBG adalah investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing.
Yang harus dilakukan oleh Pemerintah di bawah arahan langsung Presiden adalah:
• Memperbaiki tata kelola (managerial) di setiap lapisan pelaksanaan program, mulai dari perencanaan, distribusi, hingga monitoring kualitas gizi.
• Mengajak serta pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) sebagai mitra aktif utama dalam perencanaan dan pelaksanaan sesuai kebutuhan lokal.
• Melibatkan NGO kredibel sebagai supervisor independen pelaksanaan program di setiap daerah Kabupaten/Kota untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Rekomendasi Yayasan Pendidikan Indonesia
Berdasarkan semangat laporan PBB, kami mengajukan beberapa rekomendasi praktis:
1. Perkuat kolaborasi multipihak — antara pemerintah, yayasan pendidikan, swasta, dan masyarakat sipil untuk program pendidikan inklusif yang “leave no one behind”.
2. Integrasikan pendidikan berkelanjutan ke dalam kurikulum nasional, termasuk literasi iklim, kewirausahaan hijau, dan pemahaman global tentang SDGs.
3. Investasi pada guru dan infrastruktur digital di daerah tertinggal, mendukung target akses energi dan internet yang lebih merata.
4. Advokasi pembiayaan inovatif — mendorong realokasi anggaran dari pengeluaran tidak produktif ke pendidikan dan pembangunan manusia, sejalan dengan seruan reformasi arsitektur keuangan internasional.
5. Monitoring berbasis data — mendukung penguatan sistem data nasional untuk melacak kemajuan SDGs di tingkat lokal.
Dengan semangat Pact for the Future dan komitmen Sevilla, kita masih memiliki waktu untuk mempercepat aksi. Yayasan Pendidikan Indonesia siap berkontribusi aktif melalui program-program pendidikan yang transformatif, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Mari kita bangun generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan mampu mewujudkan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.
