{"id":224,"date":"2026-06-20T03:31:18","date_gmt":"2026-06-20T03:31:18","guid":{"rendered":"https:\/\/ypindonesia.org\/?p=224"},"modified":"2026-06-20T03:31:18","modified_gmt":"2026-06-20T03:31:18","slug":"dukungan-penuh-program-makan-bergizi-gratis-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ypindonesia.org\/?p=224","title":{"rendered":"Dukungan Penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dukungan Penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sambil Mendesak Pembersihan Korupsi dan Reformasi Total Tata Kelola<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh.<br>Yayasan pendidikan Indonesia<br>Special consultative status in ECOSOC<br>United Nations since 2013<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"509\" src=\"https:\/\/ypindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-225\" srcset=\"https:\/\/ypindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6.png 960w, https:\/\/ypindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-300x159.png 300w, https:\/\/ypindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-768x407.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendahuluan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yayasan Pendidikan Indonesia, yang telah memperoleh Special Consultative Status dengan ECOSOC Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 2013, menegaskan kembali dukungan penuhnya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal peluncurannya. Program ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, serta mewujudkan pemerataan akses gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai wujud komitmen nyata, Yayasan Pendidikan Indonesia telah menyampaikan written statement resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah menjadi dokumen resmi PBB. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya penyediaan makanan bergizi gratis sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama Goal 2 (Zero Hunger) dan Goal 4 (Quality Education).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dukungan yang Kritis di Tengah Skandal Korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski mendukung penuh semangat program MBG, Yayasan Pendidikan Indonesia tidak menutup mata terhadap realita yang terjadi. Program ini telah tercemar oleh manipulasi dan dugaan korupsi yang melibatkan banyak oknum pejabat tinggi di Badan Gizi Nasional (BGN). Kasus ini telah menyeret beberapa nama sebagai tersangka, termasuk mantan pejabat BGN seperti Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sony Sonjaya, sebagai salah satu tersangka, disebutkan telah memberikan keterangan yang melibatkan banyak nama petinggi negara, termasuk Jenderal Dudung Abdurachman. Yayasan Pendidikan Indonesia menegaskan prinsip praduga tak bersalah, namun demi menjaga integritas program yang sangat strategis ini, Kejaksaan Agung Republik Indonesia harus segera memeriksa secara menyeluruh semua nama yang disebutkan. Jika terbukti terlibat, mereka harus diproses hukum secara tegas. Jika tidak terbukti, nama yang bersangkutan harus dibersihkan secara transparan agar kepercayaan publik pulih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usulan Yayasan Pendidikan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Apapun akan Gagal Tanpa Tata Kelola yang Konseptual dan Partisipatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yayasan Pendidikan Indonesia menegaskan bahwa program sebaik apapun, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan menghadapi berbagai kendala bahkan menjadi ladang korupsi jika hanya dikelola dengan pendekatan politik semata, tanpa konsep tata kelola yang matang, konseptual, dan akuntabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengakui Kesalahan Manajerial dan Merevitalisasi Kebijakan dengan Pendekatan Partisipatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yayasan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk secara tegas mengakui bahwa telah terjadi kesalahan manajerial yang sangat memalukan dan merupakan pukulan telak bagi citra Program MBG. Pemerintah pusat diminta merevitalisasi kebijakan pelaksanaan program ini dengan pola Participation Action Research and Participation Action Programs. Karena Program MBG bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penataan Ulang Total Badan Gizi Nasional (BGN).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah harus segera menata ulang seluruh struktur Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mengganti keseluruhan sumber daya manusia yang menduduki posisi pengambil keputusan strategis. Langkah ini harus diikuti dengan memutus mata rantai perantara (makelar) mulai dari tingkat kecil hingga akbarul makelar, serta menghentikan segala bentuk keterlibatan nama-nama yang disebutkan oleh tersangka Sony Sonjaya dalam Berita Acara Pemeriksaan.<br>Evaluasi Menyeluruh dan Penghentian Pelaksanaan yang Bermasalah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yayasan mendorong pemerintah melakukan evaluasi total terhadap seluruh pelaksanaan Program MBG di lapangan. Jika diperlukan, pemerintah harus berani menghentikan dan mencabut izin dapur-dapur umum MBG yang tidak memenuhi standar tata kelola, kualitas, dan keamanan pangan \u2014 apapun risiko politik yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelibatan Penuh Pemerintah Daerah sebagai Pemangku Tanggung Jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan Program MBG tidak akan tercapai tanpa peran aktif pemerintah daerah. Yayasan Pendidikan Indonesia merekomendasikan agar seluruh Bupati\/Walikota di Indonesia dilibatkan secara langsung dan diberi tanggung jawab yang jelas terhadap pelaksanaan program di daerah masing-masing. Jika perlu, pemerintah pusat mewajibkan setiap kepala daerah untuk mengajukan permohonan resmi secara tertulis, menyatakan kesediaan atau ketidaksediaan mengikuti Program MBG di wilayahnya, disertai komitmen akuntabilitas dan pengawasan ketat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penutup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yayasan Pendidikan Indonesia mendukung langkah Presiden Prabowo dan Kantor Staf Presiden (KSP) di bawah Jenderal Dudung Abdurachman yang sedang melakukan reformasi internal BGN melalui pengawasan ketat, transparan, dan terukur, serta mendorong pengawasan partisipatif masyarakat. Namun dukungan tersebut harus dibarengi dengan pembersihan total dari praktik korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHanya dengan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan partisipatif, Program MBG dapat menjadi warisan kebanggaan bangsa yang berkelanjutan. Program ini terlalu penting untuk gagal,\u201d tegas chairman Yayasan Pendidikan Indonesia, Datuk MYR Agung Sidayu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dukungan Penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sambil Mendesak Pembersihan Korupsi dan Reformasi Total Tata Kelola Oleh.Yayasan pendidikan IndonesiaSpecial consultative status in ECOSOCUnited Nations since 2013 Pendahuluan. Yayasan Pendidikan Indonesia, yang telah memperoleh Special&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-224","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":226,"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/224\/revisions\/226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ypindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}